Pemanfaatan Web E-Ecommerce sebagai Solusi Pemasaran bagi UMKM di Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara
Posted on: 2025-08-08 14:34:57
Program Studi Informatika Universitas Diponegoro menggelar kegiatan pengabdian masyarakat pada Kamis, 7 Agustus 2025, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Kegiatan ini fokus pada upaya peningkatan daya saing UMKM melalui pelatihan dan pendampingan pemanfaatan web e-commerce. Acara dibuka dengan sambutan dari Camat Mayong, Ibu Umrotun, S.Sos., M.H., yang menekankan pentingnya transformasi digital bagi UMKM pedesaan. Sambutan juga disampaikan oleh Ketua Departemen Informatika, Dr. Aris Sugiharto, S.Si., M.Kom., yang menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penerapan ilmu dan teknologi.
Kegiatan ini prakarsai tim pengabdian dari Departemen Informatika yang diketuai oleh Ragil Saputra, S.Si., M.Cs., dengan anggota Dr. Helmie Arif Wibawa, S.Si, M.Cs, Rismiyati, B.Eng, M.Cs, Khadijah, S.Kom. M.Cs dan Sandy Kurniawan, S.Kom, M.Kom. Tim merancang program secara bertahap, diawali survei kebutuhan UMKM, pengembangan platform e-commerce, hingga pelatihan intensif. Hasilnya, diluncurkan sebuah platform bersama di alamat https://www.umkmkecmayong.com yang memiliki fitur katalog produk, keranjang belanja, serta manajemen pesanan. Platform ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi keterbatasan pemasaran konvensional yang selama ini masih dominan di wilayah Mayong.
Sebanyak 18 pelaku UMKM dari berbagai bidang usaha, seperti kerajinan mebel, konveksi, monel, hingga kuliner, berpartisipasi aktif dalam kegiatan. Para peserta memperoleh pemahaman mengenai prinsip dasar pemasaran digital, kemudian langsung mempraktikkan penggunaan akun toko online yang disediakan. Mereka dilatih untuk mengunggah produk beserta deskripsinya, mengelola katalog, hingga memproses pesanan melalui sistem yang telah disimulasikan. Selain praktik tatap muka, tim juga menyediakan pendampingan daring selama satu minggu untuk memastikan peserta dapat mengoperasikan platform secara mandiri.
Hasil evaluasi menunjukkan capaian positif, sebanyak 72% peserta memahami prinsip dasar e-commerce, 67% menguasai penggunaan platform, dan 56% sudah mampu mengelola toko online, mulai dari stok produk hingga konfirmasi pembayaran. Capaian ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya. Beberapa pelaku UMKM mengaku lebih percaya diri karena kini memiliki sarana digital sendiri untuk memperluas jangkauan pasar. Ke depan, tim pengabdian merekomendasikan pengembangan fitur tambahan seperti pembayaran daring dan integrasi media sosial agar pemanfaatan platform semakin optimal. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara akademisi, pemerintah kecamatan, dan masyarakat dalam mendorong transformasi digital UMKM pedesaan.