PENINGKATAN LITERASI DIGITAL GURU DALAM PEMBUATAN BAHAN AJAR MELALUI CLOUD COMPUTING BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Posted on: 2023-08-30 15:00:50

Weru-Sukoharjo. Literasi digital penting dalam dunia yang semakin terhubung secara digital. Cloud computing sangat dibutuhkan dan berperan untuk membantu majunya dunia pendidikan. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum alternatif yang memberikan kebebasan “Merdeka Belajar” pada pelaksana pembelajaran yaitu guru dan kepala sekolah dalam menyusun, melaksanakan proses pembelajaran dan mengembangkan kurikulum di sekolah dengan memperhatikan kebutuhan dan potensi siswa. SMP Negeri 1 Weru kecamatan Weru kabupaten Sukoharjo baru satu tahun melaksanakan kurikulum Merdeka Belajar. Tahun ini SMP Negeri 1 Weru akan menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar untuk kelas 7, 8 dan 9, sehingga perlu mempersiapkan segala sesuatunya, terutama penyusunan modul ajar. Peningkatan literasi digital guru dalam pembuatan bahan ajar melalui cloud computing berbasis kearifan lokal dipandang sebagai langkah yang penting untuk memperkaya pengalaman belajar siswa dan mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pendidikan digital. 

Oleh karena itu, Tim Pengabdian Intearksi dosen KKN yang diketuai oleh Bapak Priyo Sidik Sasongko,S.Si, M.Kom menyelenggarakan workshop Peningkatan literasi digital guru dalam pembuatan bahan ajar melalui cloud computing berbasis kearifan lokal di SMP Negeri 1 Weru. Adapun anggota Tim adalah Bapak Dr. Asep Muhamad Samsudin, S.T., M.T. dan bapak Dr. Budiyono, S.KM., M.Kes, serta dibantu oleh para mahasiswa KKN sebanyak 10 mahasiswa dari berbagai program studi di Undip. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2023 di ruang pertemuan SMP Negeri 1 Weru Sukoharjo yang berlokasi di desa Karangmojo kecamatan Weru kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Weru, yaitu Bapak Dayus Rohman, S.Pd, M.Pd . Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 45 guru di SMP Negeri 1 Weru. Pertama, guru-guru diperkenalkan dengan konsep dasar cloud computing dan cara mengintegrasikannya dalam pembuatan bahan ajar. Pelatihan ini mencakup penggunaan platform cloud untuk penyimpanan, berbagi, dan mengelola materi ajar secara efisien. Selanjutnya, workshop fokus pada pengenalan kearifan lokal sebagai elemen penting dalam merancang bahan ajar yang relevan dengan budaya dan nilai-nilai lokal. Selama workshop, guru-guru aktif terlibat dalam sesi praktik, di mana mereka diberi kesempatan untuk mencoba secara langsung penerapan konsep yang telah dipelajari. Ini mencakup pembuatan dan pengunggahan bahan ajar ke cloud, serta penyesuaian konten dengan kearifan lokal untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih autentik dan terhubung dengan kehidupan siswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi digital guru setelah mengikuti workshop. Mereka menjadi lebih percaya diri dalam menggunakan teknologi cloud computing untuk keperluan pendidikan dan mampu mengakses sumber daya pembelajaran secara efektif. Selain itu, guru-guru menunjukkan kemampuan untuk menggabungkan elemen kearifan lokal dalam bahan ajar mereka, meningkatkan relevansi dan daya tarik materi pembelajaran. Workshop ini tidak hanya memberikan peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun komunitas belajar di antara guru-guru. Kolaborasi antar guru ditingkatkan, memungkinkan pertukaran ide dan pengalaman, serta memperkuat konsep literasi digital sebagai bagian integral dari pengajaran. Kesimpulannya, workshop ini berhasil meningkatkan literasi digital guru SMP Negeri 1 Weru dalam pembuatan bahan ajar melalui penerapan cloud computing berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, workshop ini memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pendidikan yang terkini dan terkini di tingkat sekolah menengah pertama.