Departemen Informatika Universitas Diponegoro Dorong Literasi Digital Lewat Pelatihan Aplikasi Mobile di Boyolali

Posted on: 2025-11-26 11:27:09

Boyolali, 2025 – Tim dosen Departemen Informatika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Pengenalan Pengembangan Aplikasi Mobile Lintas Platform untuk Siswa dengan Peminatan Informatika di SMA Negeri 1 Boyolali” pada tanggal 24 September 2025. Kegiatan yang diketuai oleh Adhe Setya Pramayoga, M.T. bersama tim dosen Dr. Aris Puji Widodo, S.Si., M.T., Edy Suharto, S.T., M.Kom., Yunila Dwi Putri Ariyanti, S.Kom., M.Kom., serta Dr. Yeva Fadhilah Ashari, S.Si., M.Si ini diselenggarakan di SMA Negeri 1 Boyolali sebagai lanjutan kerja sama yang telah dilakukan oleh FSM Undip dengan SMA Negeri 1 Boyolali pada bulan April 2025 lalu.

Kegiatan PkM tersebut diawali dengan sambutan pada pagi hari dari perwakilan sekolah dan tim pengabdian Departemen Informatika FSM Undip. Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas dukungan Undip dalam memberikan wawasan baru bagi siswa peminatan informatika, khususnya terkait keterampilan pengembangan aplikasi mobile. Sementara itu, tim pengabdian Departemen Informatika FSM Undip menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan di era industri 4.0.

Revolusi industri 4.0 telah meningkatkan kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan teknologi, khususnya di bidang pengembangan aplikasi mobile. Namun, siswa di daerah seperti Boyolali masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pelatihan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui program ini, tim PkM Departemen Informatika FSM Undip berupaya menjembatani kesenjangan tersebut dengan memperkenalkan kerangka kerja teknologi perangkat lunak lintas platform seperti Flutter dan alat pengembangan perangkat lunak seperti Firebase Studio. Dengan teknologi tersebut, siswa diharapkan mampu mengembangkan aplikasi mobile sederhana yang tidak hanya relevan dengan dunia kerja, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan masyarakat sekitar.

Kegiatan yang berlangsung dari Juli hingga Oktober 2025 ini dirancang dalam lima tahapan utama. Pertama, tahap persiapan, yang meliputi diskusi dan wawancara dengan pihak sekolah untuk memahami kebutuhan serta menyiapkan rencana kerja. Kedua, identifikasi permasalahan dan analisis solusi, dengan menggali tantangan penguasaan teknologi di SMA Negeri 1 Boyolali melalui wawancara dengan guru dan pengamatan kondisi pembelajaran. Ketiga, penyusunan modul materi pengabdian berupa panduan pembelajaran interaktif tentang pengembangan aplikasi mobile lintas platform. Keempat, pelaksanaan kegiatan pengenalan, yaitu pelatihan hybrid (online dan offline) di sekolah dengan memadukan teori, praktik langsung, dan pendampingan intensif. Terakhir, tahap evaluasi, pembuatan laporan, dan publikasi, untuk menilai efektivitas program melalui penilaian hasil kerja siswa, wawancara, serta survei peserta yang kemudian didokumentasikan dan dipublikasikan melalui laman resmi Departemen Informatika FSM Undip.

Program ini juga menekankan implementasi IPTEKS (Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni) yang relevan untuk siswa sekolah menengah. Dari sisi teknologi, siswa diperkenalkan dengan perangkat pengembangan seperti Firebase Studio serta bahasa pemrograman Dart yang digunakan dalam Flutter. Dari sisi metode, kegiatan ini menerapkan project-based learning sehingga siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengembangkan aplikasi sederhana secara bertahap. Komponen aplikasi praktis diarahkan pada pembuatan aplikasi yang bermanfaat bagi kebutuhan lokal, seperti aplikasi untuk mendukung UMKM atau layanan komunitas berbasis digital. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan memahami dampak nyata teknologi terhadap kehidupan masyarakat, sekaligus termotivasi untuk mengembangkan keterampilan produktif yang dapat digunakan dalam pemberdayaan komunitas.

Dengan implementasi IPTEKS tersebut, siswa diharapkan mampu menguasai keterampilan dasar pengembangan aplikasi mobile, memahami alur kerja teknologi lintas platform, serta memiliki kepercayaan diri untuk menerapkannya dalam proyek nyata. Selain meningkatkan kompetensi teknis, program ini juga membuka wawasan tentang peluang karir di bidang teknologi informasi, memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan ekonomi lokal, dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dalam bidang pendidikan dan pengurangan kesenjangan ekonomi melalui teknologi.